Ketua Dewan Adat Suku Moile Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan Jelang 17 Agustus

Rabu, 12 Agustus 2026    20:02 WIT    Muhammad Yusuf Febrian

Seftinus Sayori, Ketua Dewan Adat Suku Moile.

Seftinus Sayori, Ketua Dewan Adat Suku Moile.

PEGUNUNGAN ARFAK – Ketua Dewan Adat Suku Moile, Seftinus Sayori, mengajak masyarakat adat di wilayah Pegunungan Arfak, Manokwari, dan Manokwari Selatan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban menjelang momentum New York Agreement pada 15 Agustus serta Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Seftinus mengatakan, kondisi keamanan di wilayah yang didominasi masyarakat Suku Arfak hingga saat ini relatif aman dan kondusif. Menurutnya, masyarakat adat Suku Arfak pada umumnya lebih mengutamakan terciptanya keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi, ajakan, maupun provokasi yang dapat memicu gangguan keamanan menjelang kedua momentum tersebut.

Baca Lainnya :

"Kita harus bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Jangan mudah terpengaruh oleh ajakan atau provokasi yang dapat merugikan masyarakat sendiri," ujar Seftinus.

Menjelang 15 Agustus 2026, Seftinus menilai masyarakat perlu lebih bijak menyikapi berbagai kegiatan maupun informasi yang berkembang, terutama yang berpotensi memengaruhi masyarakat dan generasi muda.

Menurutnya, peran tokoh adat menjadi penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat agar setiap persoalan dapat disikapi secara tenang dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.

Seftinus juga menekankan pentingnya menjaga pelaksanaan berbagai kegiatan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI agar berlangsung aman dan tertib. Ia berharap momentum peringatan kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat tanpa disertai kegiatan yang dapat mengganggu suasana perayaan.

Selain itu, Seftinus menjelaskan bahwa wilayah adat Sub Suku Moile mencakup sejumlah wilayah di tiga kabupaten. Wilayah tersebut meliputi Distrik Warmare dan Distrik Mokwam di Kabupaten Manokwari, Distrik Minyambouw dan Distrik Catubouw di Kabupaten Pegunungan Arfak, serta Distrik Tanah Rubuh di Kabupaten Manokwari Selatan.

Ia mengatakan komunikasi antartokoh adat dan masyarakat di wilayah tersebut perlu terus diperkuat. Menurutnya, komunikasi yang baik dapat membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama sekaligus menjaga hubungan antarwarga.

Seftinus berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat ikut menjaga suasana yang aman dan kondusif dengan tidak mudah terprovokasi oleh informasi atau ajakan yang belum jelas kebenarannya.

Ia menambahkan, kebersamaan antara tokoh adat, masyarakat, pemerintah, dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus memastikan berbagai rangkaian kegiatan menjelang HUT Kemerdekaan RI dapat berlangsung dengan baik.