Rabu, 23 Sep 2026
Selasa, 22 September 2026 16:02 WIT Samuel Angga
TERASKASUARI.COM, Manokwari – DPD BMP RI Papua Barat menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Generasi Muda Papua dalam Bingkai NKRI” di Universitas Caritas Manokwari, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk membahas peran generasi muda Papua dalam menjaga nasionalisme, mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional.
Ketua DPD BMP RI Papua Barat, Saul Samuel Mandowen, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Papua ke depan.
- BMP Papua Barat Gelar FGD di Universitas Caritas, Dorong Generasi Muda Papua Perkuat Nasionalisme dan Potensi Diri
- Rumah Baca Manokwari Perkuat Kapasitas Literasi Guru, Pengelola TBM dan Pemuda Papua Barat
- Program Vokasi D3 Pupuk Kaltim Tingkatkan Kompetensi SDM Lokal Fakfak
“Generasi muda Papua perlu memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, serta mengembangkan potensi diri agar mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara.” Ujar Samuel dalam sambutan.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Trihadi Kuncahyo A.Md., S.E., Asintel Kasdam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Yusuf Saud Tanjung, S.I.P., M.Tr.Han, serta Rektor Universitas Caritas Roberth Kr Hammar.
Dalam pemaparannya, Kombes Pol Trihadi Kuncahyo menyoroti peran kampus dalam membentuk karakter dan meningkatkan wawasan mahasiswa.
“Kampus bukan hanya tempat memperoleh pendidikan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide, kreativitas, keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujarnya dalam sesi pemaparan.
Mahasiswa Papua juga didorong untuk mengembangkan talenta dan kemampuan yang dimiliki sehingga dapat menjadi generasi yang berkualitas dan berdaya saing.
Sementara itu, Kolonel Inf Yusuf Saud Tanjung membahas tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.
“Perkembangan teknologi memberikan peluang sekaligus tantangan sehingga generasi muda perlu memiliki literasi digital, berpikir kritis, dan bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi juga dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mengembangkan kreativitas, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ia juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia, termasuk Papua.
“Generasi muda perlu mempersiapkan pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga serta memanfaatkan kekayaan alam secara bertanggung jawab bagi kepentingan masyarakat dan generasi mendatang,” ujarnya.
Di sisi lain, Rektor Universitas Caritas Roberth Kr Hammar menekankan peran strategis generasi muda Papua dalam menjaga sekaligus mengembangkan potensi daerah. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda perlu ikut menjaga kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal Papua agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sejumlah mahasiswa menyampaikan pertanyaan terkait kontribusi generasi muda terhadap pembangunan daerah, hingga persoalan stigma negatif terhadap masyarakat Papua.
Menanggapi hal tersebut, narasumber mendorong mahasiswa untuk berkontribusi melalui peningkatan kapasitas diri, kreativitas, inovasi, serta pemanfaatan potensi alam dan budaya yang dimiliki Papua. Mahasiswa juga diajak untuk membangun karakter positif dan tidak membiarkan stigma negatif menjadi penghambat kemajuan generasi muda Papua.
Melalui FGD tersebut, BMP Papua Barat mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mengimplementasikannya melalui pengembangan diri, pemanfaatan teknologi secara positif, pelestarian budaya, pengembangan potensi daerah, serta keterlibatan aktif dalam pembangunan Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.