Lima Jembatan Beton Merah Putih TNI AD Diresmikan di Pegunungan Arfak

Rabu, 12 Agustus 2026    20:00 WIT    Muhammad Yusuf Febrian

Pembangunan jembatan di Distrik Minyambouw dan Sururey ditujukan untuk membuka akses wilayah serta memperlancar konektivitas antarkampung.

Pembangunan jembatan di Distrik Minyambouw dan Sururey ditujukan untuk membuka akses wilayah serta memperlancar konektivitas antarkampung.

PEGUNUNGAN ARFAK – Sebanyak lima Jembatan Beton Merah Putih yang dibangun Satuan Tugas (Satgas) Jembatan Merah Putih TNI AD di Kabupaten Pegunungan Arfak telah diresmikan. Pembangunan tersebut tersebar di Distrik Minyambouw dan Distrik Sururey dengan menggunakan anggaran negara melalui APBN.

Babinsa Koramil Minyambouw Kodim 1812/Pegunungan Arfak, Origenes Muid, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan konektivitas di wilayah Pegunungan Arfak yang memiliki kondisi geografis cukup menantang.

Lima jembatan yang telah dibangun berada di sejumlah kampung, yakni Kampung Ninsimoi di Distrik Minyambouw, serta Kampung Kopo 1, Kampung Kopo 2, Kampung Inyoub, dan Kampung Udohotma di Distrik Sururey.

Baca Lainnya :

Pembangunan jembatan tersebut ditujukan untuk membuka akses wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur akibat kondisi geografis. Kehadiran jembatan diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas antarkampung dan wilayah di Kabupaten Pegunungan Arfak.

Program Jembatan Merah Putih juga menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal, terpencil, dan terluar (3T). Infrastruktur penghubung seperti jembatan dinilai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas barang dan orang antarkampung.

Selain lima jembatan yang telah diresmikan, pembangunan infrastruktur serupa masih akan dikembangkan di wilayah Pegunungan Arfak. Kodim 1812/Pegunungan Arfak saat ini tengah mengidentifikasi 10 titik lokasi baru yang diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan Jembatan Beton Merah Putih berikutnya.

Secara keseluruhan, terdapat 66 titik pembangunan Jembatan Merah Putih yang direncanakan di wilayah Papua Barat. Program tersebut diharapkan dapat terus memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur penghubung sekaligus mendukung konektivitas antarwilayah di daerah yang memiliki tantangan geografis.

Dengan bertambahnya akses jembatan, masyarakat di sejumlah kampung di Pegunungan Arfak diharapkan dapat memperoleh kemudahan dalam melakukan mobilitas dan menjalankan aktivitas sehari-hari.