Kamis, 13 Agu 2026
Rabu, 12 Agustus 2026 20:10 WIT Muhammad Yusuf Febrian
Budi Syamsudin, Ketua PCNU Manokwari Selatan.
MANOKWARI SELATAN – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Manokwari Selatan, Budi Syamsudin, mengajak masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama guna mempertahankan suasana aman dan kondusif di Kabupaten Manokwari Selatan.
Budi mengatakan, Manokwari Selatan merupakan daerah yang memiliki keberagaman suku dan agama. Meskipun mayoritas masyarakat merupakan Orang Asli Papua (OAP) dan beragama Kristen, kehidupan sosial masyarakat selama ini berjalan dengan mengedepankan sikap saling menghormati.
Menurutnya, nilai-nilai toleransi yang telah terbentuk dalam kehidupan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kerukunan di wilayah tersebut. Hal itu terlihat dari sikap masyarakat yang saling menghormati pelaksanaan ibadah, perayaan hari besar keagamaan, maupun kegiatan kebudayaan masing-masing kelompok masyarakat.
- Ketua PCNU Mansel Ajak Masyarakat Jaga Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama
- Ketua Dewan Adat Suku Moile Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan Jelang 17 Agustus
- PCNU Manokwari Selatan Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi dan Jaga Kerukunan Umat Beragama
"Toleransi yang sudah terbangun di masyarakat harus terus dijaga bersama. Perbedaan agama, suku, maupun latar belakang bukan menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang harus dihormati," ujar Budi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai informasi atau ajakan yang berpotensi memecah belah kerukunan. Menurutnya, penyebaran isu yang membawa sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dapat memicu kesalahpahaman dan berkembang menjadi konflik apabila tidak disikapi secara bijak.
Budi menilai, menjaga kerukunan tidak hanya menjadi tanggung jawab tokoh agama atau tokoh masyarakat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sikap saling menghormati dan tidak mudah terprovokasi dinilai penting untuk mencegah munculnya persoalan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Ia mengatakan akan terus mengimbau masyarakat di Manokwari Selatan untuk mempertahankan toleransi yang telah terbangun serta menjaga hubungan baik antarumat beragama.
Menurut Budi, kerukunan yang terjaga dapat menjadi modal penting bagi masyarakat Manokwari Selatan dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman, harmonis, dan mendukung berbagai aktivitas masyarakat maupun pembangunan daerah.
"Kerukunan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Dengan saling menghormati dan menjaga komunikasi, kita dapat bersama-sama mencegah hal-hal yang berpotensi menimbulkan perpecahan," katanya.