Rabu, 12 Agu 2026
Rabu, 12 Agustus 2026 15:02 WIT Dimas Setiawan
Manokwari, Teraskasuari – Perum Bulog Cabang Manokwari memastikan ketersediaan beras untuk mendukung stabilisasi harga pangan di Papua Barat. Sebanyak 300 ton beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP saat ini tersedia untuk memenuhi kebutuhan penyaluran kepada masyarakat.
Distribusi beras tersebut salah satunya dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), sehingga masyarakat memiliki alternatif memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga maksimum yang ditetapkan pemerintah.
Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari, Sheika Irawaty, mengatakan pihaknya menyiapkan pasokan secara berkelanjutan dalam setiap pelaksanaan GPM. Sekitar satu ton beras biasanya dibawa pada setiap kegiatan dan akan kembali ditambah apabila stok di lokasi telah terjual.
- Bulog Manokwari Siapkan 300 Ton Beras SPHP, Harga GPM Rp60 Ribu per 5 Kilogram
- Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,41 Persen pada Triwulan II 2026
- Sektor Pala Tomandin Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi dan PAD Kabupaten Fakfak
Pada pelaksanaan GPM di Manokwari, beras SPHP dipasarkan dengan harga Rp60 ribu per kemasan 5 kilogram. Harga tersebut berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp65 ribu untuk kemasan yang sama.
Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Barat pada 10 hingga 14 Agustus 2026 juga dimanfaatkan sebagai salah satu jalur untuk mempercepat distribusi beras SPHP kepada masyarakat.
Program tersebut diharapkan dapat membantu menahan kenaikan harga beras sekaligus menjaga kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Selain menjaga keterjangkauan harga, penyaluran SPHP menjadi bagian dari langkah pengendalian inflasi pangan, mempertahankan ketersediaan pasokan di pasar, serta memberikan ruang bagi pemerintah melakukan intervensi ketika terjadi tekanan harga.
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pelaksanaan pangan murah juga dijadwalkan berlangsung di wilayah lain. Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, misalnya, menggelar kegiatan serupa pada 13 Agustus 2026 di Distrik Ransiki.
Bulog Manokwari tidak hanya mengandalkan kegiatan pemerintah untuk menyalurkan beras SPHP. Distribusi juga diperluas melalui kerja sama dengan 27 unit usaha yang menjadi mitra penjualan.
Mitra yang berada di pasar tradisional rata-rata melakukan permintaan sekitar dua ton beras setiap minggu. Sementara kebutuhan dari supermarket dapat mencapai sekitar empat ton.
Skema tersebut memungkinkan beras SPHP menjangkau masyarakat melalui lebih banyak saluran sekaligus menjaga keberadaan stok di tingkat pengecer.
Selain beras, Bulog Manokwari juga menyediakan minyak goreng MinyaKita. Produk tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp31 ribu per kemasan 2 liter.
Stok minyak goreng di gudang Bulog Manokwari tercatat sekitar 73 ton. Pasokan tersebut kembali diperkuat dengan masuknya empat kontainer tambahan.
Bulog juga menilai keterlibatan berbagai instansi membantu memperluas jangkauan program pangan murah. Sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri, secara rutin menyelenggarakan kegiatan yang turut membuka akses distribusi beras SPHP kepada masyarakat.
Dengan berbagai saluran distribusi tersebut, Bulog Manokwari menargetkan penyaluran beras SPHP sekitar 250 ton setiap bulan.
Dalam kondisi tertentu, realisasi distribusi bahkan dapat meningkat hingga sekitar 300 ton per bulan, tergantung tingkat permintaan masyarakat dan intensitas kegiatan pangan murah.
Penguatan stok dan perluasan distribusi tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan pangan tetap tersedia sekaligus membantu masyarakat menghadapi kemungkinan kenaikan harga komoditas menjelang hari-hari besar nasional.