Kamis, 12 Mar 2026
Rabu, 11 Maret 2026 10:30 WIT Arshaka Fitrawansyah
Harun Sabuku, Wakil Ketua 2 Dewan Adat Kaimana sekaligus Tokoh Adat Suku Irarutu
Wakil Ketua II Dewan Adat Kaimana sekaligus Tokoh Adat Suku Irarutu, Harun Sabuku, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum bulan Ramadhan sebagai waktu memperkuat nilai kemanusiaan dengan memperbanyak perbuatan baik serta saling membantu antar sesama tanpa memandang latar belakang maupun status sosial.
“Di bulan Ramadhan ini kita harus memperbanyak perbuatan baik dan saling membantu antar sesama manusia tanpa memandang status,” ujar Harun.
Dalam keterangannya, ia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya pihak-pihak yang masih berada di kawasan hutan dan memiliki pemahaman yang keliru, agar kembali mengikuti arahan negara, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. Menurutnya, setiap arahan yang diberikan oleh negara maupun para tokoh tersebut pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan kehidupan yang lebih tertib, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat.
- Tokoh Adat Kaimana Serukan Penghentian Kekerasan dan Ajak Masyarakat Perkuat Nilai Kemanusiaan
- Serukan Kedamaian HUT RI, Keliopas Meidodga: Jangan Terprovokasi Ajakan Demo Tak Membangun
- Gad Rumfabe Pertanyakan Kelanjutan Proyek Pelabuhan Kwawi Manokwari
“Marilah kita mengikuti apa yang diarahkan oleh negara, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat, karena semua arahan tersebut pada dasarnya merupakan arahan yang baik bagi kehidupan kita bersama,” katanya.
Lebih lanjut, Harun juga berharap agar berbagai bentuk kekerasan yang selama ini dilakukan oleh kelompok separatis dapat segera dihentikan. Ia menilai tindakan tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dianut dalam kehidupan bernegara, beragama, maupun adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat.
Menurutnya, baik adat maupun agama pada dasarnya mengajarkan nilai-nilai kasih sayang, persaudaraan, serta pentingnya menjaga silaturahmi agar masyarakat dapat hidup dengan rasa aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Adat dan agama tidak mengajarkan kekerasan, melainkan mengajarkan kita untuk saling mengasihi, menyayangi, dan menjaga silaturahmi. Sudah terlalu banyak korban berjatuhan, sehingga sudah saatnya kekerasan dihentikan,” tegasnya.