Tim UNAIR Sulap Limbah Jerami Manokwari Jadi Pakan Ternak Super Bernutrisi

Senin, 31 Agustus 2026    13:30 WIT    Dimas Setiawan

MANOKWARI, TERASKASUARI.COM Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari Universitas Airlangga (UNAIR) menggagas program pengolahan limbah jerami padi di Gapoktan Marzuki Sidey, SP10, Manokwari, Jumat (21/8/2026). Inovasi ini bertujuan mengolah sembilan ton jerami per hektar menjadi pakan ternak berkualitas tinggi melalui metode fermentasi anaerob.

Ketua tim, Prof Herry Agoes Hermadi, menjelaskan bahwa limbah jerami yang semula berserat kasar dan berprotein rendah (2–5 persen) kini disulap menjadi "Jerami Padi Plus". Melalui proses fermentasi tertutup, kadar protein kasar berhasil ditingkatkan secara signifikan hingga mencapai 13,56 persen, sehingga lebih bergizi dan mudah dicerna sapi bali.

Proses pembuatannya meliputi pemotongan jerami 10-15 cm, penyusunan berlapis dengan dedak, penyiraman larutan molase dan EM4 (diproduksi mandiri), lalu dipadatkan dan difermentasi selama 7 hingga 14 hari.

Baca Lainnya :

Untuk menyempurnakan nutrisi, pakan ini dikombinasikan dengan hijauan energi seperti rumput gajah, tebon jagung, dan daun pisang kering, serta diperkaya bungkil sawit dan legum Indigofera—yang memiliki kadar protein kasar mencapai 24–31 persen. Tak hanya itu, tim juga memproduksi mineral blok jilat dari campuran garam krosok, semen putih, dan premix mineral untuk memenuhi kebutuhan makro dan mikro ternak.

Program ini secara khusus menyasar pemberdayaan petani transmigran setempat. Tujuannya adalah mengubah kebiasaan lama membakar sisa panen menjadi peluang optimalisasi limbah yang potensinya mencapai 7-9 ton per hektar. Dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Transmigrasi (Kementrans), uji coba silase skala satu ton telah berjalan, dan pelatihan pengkayaan mikroba direncanakan pekan depan.

Kegiatan inovatif ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin kesehatan, pertumbuhan ekonomi, inovasi infrastruktur, serta kota dan komunitas berkelanjutan.