Curhat ke Petrus Makbon, Warga Distrik Manokwari Utara Minta Perbaikan Jalan hingga Air Bersih

Selasa, 19 Februari 2026    15:55 WIT    Arnold

RESES - Wakil Ketua I DPR Papua Barat, Petrus Makbon, saat menggelar reses di kampung Tanah Rubuh Distrik Manokwari Utara, Kamis (19/2/2026)

RESES - Wakil Ketua I DPR Papua Barat, Petrus Makbon, saat menggelar reses di kampung Tanah Rubuh Distrik Manokwari Utara, Kamis (19/2/2026)

TERASKASUARI.COM, MANOKWARI - Warga Kampung Tanah Rubun dan Asai, Distrik Manokwari Utara, Papua Barat, menyampaikan keluhan terkait kondisi sebagian ruas jalan yang hingga kini belum diaspal.

Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Ketua I DPR Papua Barat, Petrus Makbon, saat menggelar reses bersama masyarakat dua kampung pada Kamis (19/2/2026).

Yustus Dowansiba, perwakilan warga, menuturkan bahwa dari 23 kampung di wilayah Distrik Manokwari Utara, hanya sebagian yang sudah merasakan pemerataan pembangunan.

Baca Lainnya :

Menurutnya, jalan beraspal baru menghubungkan Kampung Pami hingga Saukori, sementara akses menuju muara Prafi masih belum tersentuh.

“Seharusnya jalan yang menghubungkan distrik dan kota jadi prioritas, karena masyarakat di sini pemasok hasil bumi ke Manokwari,” tegas Yustus.

Selain persoalan jalan, warga Kampung Tanah Rubun juga menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan, antara lain:

  • Akses air bersih

  • Lampu tenaga surya (solar cell)

  • Jaringan Wi-Fi di balai kampung

  • Alat tangkap nelayan (perahu dan mesin tempel)

  • Lapangan sepak bola untuk karang taruna

  • Renovasi gereja dan 30 unit rumah warga

  • Bantuan BBR serta modal usaha kecil

  • Sarana perikanan darat dan bibit peternakan ayam

  • Pembangunan sarana BUMDes

    Respons Petrus Makbon

    Menanggapi aspirasi tersebut, Petrus Makbon menegaskan bahwa seluruh masukan warga akan diperjuangkan.

    Ia menyebut kondisi jalan di wilayah pantai utara (pantura) sudah disampaikan kepada Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, sebagai prioritas pembangunan.

    “Kalau jalan rusak, ongkos angkut mahal dan hasil jualan habis di biaya taksi. Jika jalan bagus, ekonomi masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya,” jelas Makbon.

    Selain mendukung aktivitas ekonomi, Makbon menilai perbaikan jalan juga akan menunjang sektor pariwisata pesisir di Pantai Urata.

    “Jalan ini menjadi salah satu tolak ukur pembangunan dan bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” pungkasnya. (TK|Red)