Pembangunan Pelabuhan Babo Buka Peluang Kerja bagi Warga Lokal, Kabar Baik! Pemkab Dorong Kontraktor Libatkan Masyarakat

Senin, 10 Agustus 2026    23:30 WIT    Robert

Teluk Bintuni, teraskasuari.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek pembangunan Pelabuhan Babo dan empat dermaga jetty di Distrik Aroba, Aranday, Yakora, dan Kamundan. Pelibatan tenaga kerja lokal dinilai penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur transportasi laut tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.

Proyek pembangunan Pelabuhan Babo dengan nilai sekitar Rp78,7 miliar ditargetkan selesai dalam waktu 600 hari kerja. Sementara itu, pembangunan empat dermaga jetty ditargetkan rampung dalam 120 hari sebagai upaya mempercepat pemulihan akses transportasi masyarakat pesisir.

Kepala Seksi Pelayaran Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni, Oktopianus D. Rumatray, S.IP., mengatakan pemerintah daerah telah mendorong kontraktor agar memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.

“Kami telah menginstruksikan pihak kontraktor agar masyarakat lokal, khususnya Orang Asli Papua dan warga Distrik Babo, dapat dilibatkan dalam pekerjaan yang memungkinkan, terutama pekerjaan dasar dan kegiatan bongkar muat material,” ujar Oktopianus D. Rumatray.

Menurutnya, keterlibatan tenaga kerja lokal saat ini masih terbatas karena proyek berada pada tahap awal pembangunan pondasi yang membutuhkan tenaga dengan keahlian teknis tertentu. Ketersediaan sumber daya manusia dengan kualifikasi tersebut di tingkat lokal masih menjadi salah satu kendala.

Meski demikian, pendekatan kepada tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuda telah dilakukan sebelum pembangunan dimulai. Hasilnya, masyarakat Babo menerima pembangunan tersebut secara kondusif dan tidak terjadi penolakan saat groundbreaking pada 5 Agustus 2026.

“Masyarakat menyambut positif pembangunan Pelabuhan Babo karena fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas warga. Harapannya, pekerjaan dapat berjalan cepat dan manfaatnya juga dirasakan masyarakat setempat,” jelas Oktopianus.

Pemerintah daerah menilai penerimaan masyarakat tersebut menjadi modal sosial penting bagi kelancaran pembangunan selama masa pengerjaan. Namun, konsistensi kontraktor dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kondisi tetap kondusif.

Apabila proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dan masyarakat lokal memperoleh kesempatan yang proporsional dalam pekerjaan yang tersedia, proyek diperkirakan dapat memberikan dampak ekonomi tambahan bagi warga pesisir Babo.

Sebaliknya, minimnya keterlibatan masyarakat lokal atau kurangnya keterbukaan dalam proses rekrutmen berpotensi menimbulkan ketidakpuasan sosial. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi protes maupun pemalangan apabila masyarakat merasa tidak memperoleh manfaat yang sebanding dari pembangunan di wilayahnya.

Selain faktor tenaga kerja, kondisi cuaca perairan juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kelancaran distribusi material dan progres pembangunan.

Dengan nilai investasi yang cukup besar dan durasi pengerjaan hingga 600 hari, pembangunan Pelabuhan Babo diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur transportasi baru, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat lokal serta memperkuat konektivitas wilayah pesisir Kabupaten Teluk Bintuni.[rb]