Rabu, 16 Sep 2026
Rabu, 16 September 2026 15:35 WIT Arnold
Ketua Harian ESI Papua Barat, Patrick Yauw Meyer bersama Ketua Umum ESI Papua Barat, Brigjen TNI Sri Widodo dan jajaran pengurus dalam sebuah agenda di Manokwari belum lama ini.
TERASKASUARI.COM, MANOKWARI – Pengurus Esports Indonesia (ESI) Provinsi Papua Barat menyambut positif kepemimpinan Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026–2030.
Ketua Harian ESI Papua Barat, Patrick Yauw Meyer, mengatakan kepemimpinan baru PB ESI diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus mempercepat pembangunan ekosistem esports hingga ke daerah.
“Papua Barat siap mendukung kepemimpinan Bapak Muhammad Herindra. Kami berharap komunikasi antara PB ESI dan pengurus daerah semakin kuat sehingga pembinaan esports dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Patrick, Rabu (16/9/2026).
- Ketua Harian ESI Papua Barat: Kepemimpinan Herindra Jadi Momentum Penguatan Esports di Daerah
- Pemkab Kaimana Tegaskan Transparansi dan Pengawasan Program Samisaka
- Semarak HUT ke-81 TNI: 26 Regu Pelajar Meriahkan Lomba PBB Kodim 1801/Manokwari
Menurut Patrick, ESI Papua Barat selama ini terus mendorong perkembangan esports melalui berbagai kompetisi, pembinaan komunitas dan atlet, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, KONI, sekolah hingga perguruan tinggi.
Sejumlah kegiatan, seperti Manokwari Esport League, berbagai turnamen tingkat daerah hingga Kapolda Cup, menjadi bagian dari upaya ESI Papua Barat menyediakan ruang kompetisi bagi atlet-atlet muda.
ESI Papua Barat juga mulai memperkuat keterkaitan antara esports dan dunia pendidikan melalui kerja sama dengan Universitas Papua (UNIPA), termasuk penyelenggaraan Piala Rektor Universitas Papua Esport.
Patrick menilai pengembangan esports tidak cukup hanya mengandalkan penyelenggaraan turnamen.
Menurutnya, diperlukan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, mulai dari tingkat komunitas hingga jenjang prestasi nasional dan internasional.
“Papua Barat memiliki banyak talenta muda. Mereka membutuhkan ruang untuk bertanding, belajar dan berkembang. Dari kompetisi daerah inilah kita berharap nantinya lahir atlet yang mampu memperkuat Papua Barat, bahkan Indonesia di tingkat dunia,” katanya.
Selain pembinaan atlet, ESI Papua Barat juga mendorong esports menjadi bagian dari pertumbuhan industri kreatif dan digital.
Menurut Patrick, ekosistem esports tidak hanya mencakup atlet, tetapi juga pelatih, penyelenggara event, broadcaster, kreator konten hingga berbagai profesi yang berkaitan dengan industri teknologi.
“Kita ingin membangun esports secara menyeluruh. Bukan hanya mencari juara, tetapi membangun generasi muda yang memiliki prestasi, keterampilan dan peluang di industri digital,” jelasnya.
Patrick berharap kepengurusan PB ESI periode 2026–2030 dapat semakin membuka ruang bagi pengurus daerah untuk berkontribusi dalam pembangunan esports nasional.
“ESI Papua Barat siap melanjutkan pembinaan dari daerah. Harapan kami, suatu saat semakin banyak anak Papua Barat yang mampu membawa nama daerah dan Merah Putih di panggung esports dunia. Dari Papua Barat untuk Indonesia, dari Indonesia untuk dunia,” tutup Patrick Yauw Meyer. [red|TK]